DuuDoxeek82MOCmc98xdi89lHUhYNPeEcNhBHoUk
Bookmark

Pengertian Hukum Bacaan Idghom bi Ghunnah ( إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ ) Beserta Contohnya

Pengertian Hukum Bacaan Idghom bi Ghunnah ( إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ ) Beserta Contohnya

A. Pengertian Idgham bi Ghunnah ( إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ )

Di dalam kitab Al-Burhan fi Tajwidil Qur’an Idgham ( الإدغام ) berarti memasukkan, bi ghunnah  بِغُنَّةٍ artinya dengan dengung/mendengung.

Dalam pengertian hukum nun sukun dan tanwin, di dalam kitab Al-Qaulus Sadid dan ghayatul Murid fi Tajwidil Qur’an di sebutkan bahwasanya  idgham bi ghunnah adalah :

إِذَا وَقَعَةِ النُّوْنِ السَّاكِنَةُ أَوِ التَّنْوِيْنُ عَلَى أَحَدِ هَذِهِ الْأَحْرُفِ الْأَرْبَعَةِ يُقَالُ لَهُ إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ .

Idgham bi Ghunnah adalah Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf (idgham) yang empat, maka dinamakan idgham bi ghunnah.  


B Huruf-huruf Idgham bi Ghunnah (إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ  )

Adapaun huruf-huruf idgham bi ghunnah adalah :

ي –  ن – م – و

Agar mudah untuk mengingat-ingat huruf-huruf idgham bi ghunnah biasa disingkat dengan yanmuu ( يَنْمُوْ )

Di dalam kitab Ahkamut Tajwid wa Fadhailul Qur’an disebutkan cara membaca idgham bi ghunnah adalah dengan memasukkan suara nun yang berharokat sukun atau tanwin kepada huruf idgham bi ghunnah yang ada di hadapannya sehingga menjadi satu ucapan, seakan-akan satu huruf. Pada waktu meng-idgham-kan, suara harus di-tasydid-kan kepada huruf idgham bi ghunnah yang ada di hadapan nun sukun atau tanwin, lalu ditahan kira-kira dua ketukan seraya memakai ghunnah atau dengung ketika membacanya.

Cara membaca dari Idgham Bighunnah yaitu dengan cara meleburkan نْ  [nunt mati ] ataupun tanwin, baik itu dhommah tanwin [ــٌــ], kasroh tanwin [ــٍــ],  ataupun fathah tanwin [ــًــ] menjadi suara huruf yang ada di depannya mim [م], nun [ن], waw [و] dan ya [ي], atau dari keempat huruf tersebut seolah-olah seperti diberi tanda tasydid, dan diiring dengan menggunakan suara yang berdengung 1 Alif – 1 1/2 Alif atau sekitar 2 sampai 3 harakat.

Yang sangat pelu dipahami disini adalah bahwa yang dimaksud di sini adalah TASYID HUKUM dan bukanlah TASYDID ASHLI.

Pada mushaf Al Qur’an standar di Indonesia, biasanya hukum dari Idgham Bighunnah telah diberi tanda untuk Tasydid, akan tetapi ada juga sebagian buku-buku wirid, doa, termasuk juga di dalamnya adalah buku-buku Yaasiin, tidak mencantumkan tanda Tasydid Hukum tersebut di dalamnya. Hal ini menjadikan, sering sekali terjadi kesalahan / kekeliurun di dalam membacanya. Nah disinilah pentingnya Anda untuk belajar tajwid.

C. Contoh Idgham bi Ghunnah ( إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ )

1.  ي  =  لَّنْ يَقْدِرَ

2. ن  =  مِنْ نُطْفَةٍ

3.  م  =  مِّنْ مَّسَدِ

4.  و  =  مِنْ وَلِيٍّ


D. Pengecualian

Idgham bi Ghunnah hanya terjadi pada nun sukun atau tanwin yang berbeda kata dengan huruf-huruf Idgham bi Ghunnah ( إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ ) yang dihadapinya. Dengan kata lain, antara mudgham (yang di-idgham-kan) dengan mudgham fih (yang di-idgham-kan padanya) tidak berada dalam satu kata. Jika nun sukun atau tanwin berada dalam satu kata dengan huruf-huruf Idgham bi Ghunnah (إِدْغَامُ بِغُنَّةٍ  ), maka yang terjadi bukan hukum idgham, melainkan Idzhar Muthlaq. Alasannya adalah :

خَوْفًا مِنَ الْإِلْتِبَاسِ بِالمُضَاعَفِ

Takut tertukar dengan kalimat mudha’af (penggandaan huruf).

Contoh :

قِنْوَانٌ -  بُنْيَانٌ -  صِنْوَانٌ -  الدُّنْيَآ

*Dalam AL-Qur’an, hanya ada 4 (empat) kata ini, dimana nun mati bertemu huruf idgham dalam satu kata. Dan, hukumnya adalah wajib idzhar atau idzhar muthlaq.


Sumber : Buku Panduan Tahsin Tilawah Al-Qur’an & Ilmu Tajwid

Penulis : H. Ahmad An Nuri, MA.

Posting Komentar

Posting Komentar

close
-->